Keamanan AS Berhasiil Dijebol


Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) Amerika Serikat (AS) mengungkapkan, data ratusan pegawainya telah dibobol. Bukan karena berhasil diretas penjahat siber, tapi kebocoran data terjadi justru akibat ulah salah satu mantan pegawainya.

Memang tidak ada penjelasan secara rinci apa masalah mantan pegawai tersebut. Hanya yang bersagkutan berhasil mencuri sebanyak 240 nama lengkap, nomor kependudukan, tanggal lahir, jabatan dan tingkat profesi hingga serta posisi penugasan pegawai di DHS.

Tidak hanya itu, menurut DHS, dalam data yang bocor juga terdapat data investigasi yang telah dilakukan oleh DHS selama ini. Di antaranya mulai dari subjek penyelidikan hingga saksi mata yang ditangani.

Seperti dilansir dari Gizmodo, Jumat (5/1/2018), DHS akhirnya menyediakan layanan AllClearID untuk memulihkan data pegawai yang telah dicuri. Sekaligus memberikan perlindungan keamanan siber terhadap data-data tersebut. Mereka juga menjamin bila data yang dibobol sama sekali tidak ada data informasi terkait anggota keluarga dari pegawai DHS.

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu pemerintah Anerika Serikat menuduh bila salah satu perusahaan kemanan siber yang beroperasi di negaranya merupakan mata-mata Rusia. Temuan ini memperlihatkan negara tersebut sebenarnya belum memiliki keamanan siber yang cukup baik.



Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

IBX5A55FD7503D47

Arsip Blog

Label

Recent Posts