Wisata Populer di Laweyan Solo yang Perlu Dikunjungi


Kelurahan Laweyan, Surakarta, bukan hanya menyimpan kisah tentang kejayaan industri batik tradisional. Di sini, antara lain, juga tergurat kuat jejak penyebaran agama Islam di pusat kebudayaan Tanah Jawa ini.

Jadi, jika anda tertarik mengunjungi dan menikmati Festival Laweyan yang aka digelar pada 24 September hingga 2 Oktober mendatang, pastikan juga untuk menagendakan 4 hal yang tak boleh dilewatkan saat blusukan di Laweyan ini.

1. Makam Ki Ageng Henis
Makam Ki Ageng Henis terletak di kompleks pemakaman yang berada di belakang Masjid Laweyan. Hingga saat ini makam berusia ratusan tahun itu masih banyak dikunjungi para peziarah. Kakek dari Panembahan Senapati itu merupakan tokoh yang membangun Masjid Laweyan. Dia hidup dan tinggal di sekitar daerah tersebut, hingga saat meninggal juga dimakamkan di sekitar kompleks masjid. Ki Angeng Henis dikenal sebagai tokoh penting dalam penyebaran Agama Islam pada masa Kerajaan Pajang. Keturunan putra Ki Ageng Sela itu menjadi raja-raja di kerajaan Mataram Islam.


2. Masjid Laweyan
Masjid yang berada di ujung belakang perkampungan Laweyan itu disebut-sebut sebagai masjid tertua yang ada di Solo. Meski sudah dipugar beberapa kali, kesan akulturasi Islam-Hindu masih tampak terlihat di masjid itu. Tempat ibadah itu didirikan pada masa pemerintahan Kerajaan Pajang. Dengan demikian, masjid itu dibangun jauh sebelum Keraton Kasunanan Surakarta. Bangunan itu berdiri di tepi Sungai Jenes. Pada masa lalu, anak sungai Bengawan Solo itu menjadi salah satu urat nadi perdagangan

3. Rumah-Rumah Kuno
Di Kampung Laweyan masih banyak dijumpai rumah-rumah kuno yang dikelilingi pagar tembok seperti layaknya sebuah benteng. Rumah-rumah tersebut merupakan peninggalan para saudagar batik yang kaya raya pada masa lalu. Rumah tua yang masih menyiratkan kemewahannya itu bersembunyi di gang-gang sempit. Beberapa diantaranya kini difungsikan sebagai gerai batik sehingga wisatawan bisa menikmati keindahannya sembari berbelanja.

4. Menyaksikan Langsung para Pembatik
Ada puluhan perusahaan serta gerai batik yang ada di Kampung Batik Laweyan. Beberapa diantaranya melayani pengunjung yang ingin menyaksikan langsung proses pembuatan batik. Pengunjung bisa menyaksikan para pembatik di beberapa gerai, misalnya di Batik Putra Laweyandan Batik Mahkota Laweyan. Di tempat tersebut pengunjung bisa melihat betapa rumit dan lamanya membuat selembar kain batik.

Apalagi, batik dari Kota Solo dikenal memiliki corak yang halus dan motif yang rumit. Wajar, jika hasil karya seni itu biasa dijual dari harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah untuk setiap lembarnya.
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

IBX5A55FD7503D47

Arsip Blog

Label

Recent Posts